Abstract:
Gangguan emosional pada lansia dapat memengaruhi motivasi, interaksi sosial, dan partisipasi dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan, termasuk Posyandu Lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan emosional dengan tingkat keaktifan kunjungan posyandu lansia di Dusun Kemiri, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 60 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner gangguan emosional dan data kunjungan posyandu lansia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 lansia (38,3%) mengalami gangguan emosional ringan. Tingkat keaktifan kunjungan menunjukkan bahwa 23 lansia (38,3%) berada pada kategori kurang aktif. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) = -0,895, sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak. Terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan emosional dengan tingkat keaktifan kunjungan Posyandu Lansia dengan arah hubungan negatif dan kekuatan korelasi sangat kuat. Semakin tinggi gangguan emosional yang dialami lansia, maka semakin rendah tingkat keaktifan kunjungan Posyandu Lansia. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan dalam meningkatkan perhatian terhadap kondisi emosional lansia.