Abstract:
Fenomena overcrowding dan tingginya Length of Stay (LOS) > 6 jam di IGD merupakan ancaman serius terhadap patient safety. Kerangka System Engineering Initiative for Patient Safety (SEIPS) 3.0 menawarkan pendekatan sis-temik untuk menganalisis hubungan elemen struktur kerja (SDM, fasilitas, dan teknologi) terhadap durasi pelayanan.
Menganalisis pengaruh rasio perawat-pasien (X1), ketersediaan tempat tidur (X2), dan ketersediaan alat medis (X3) secara parsial dan simultan terhadap LOS (Y) di IGD RSUD Sumberglagah Tahun 2026.
Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 387 pasien IGD dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan uji statistik re-gresi linear berganda (α = 0,05).
Secara simultan, rasio perawat-pasien, ketersediaan tempat tidur, dan ketersediaan alat medis berpengaruh signifikan terhadap LOS IGD p < α = 0,05. (0,000 < 0,05); Secara parsial, ketersediaan tempat tidur terbukti sebagai variabel paling dominan dalam memengaruhi durasi LOS, diikuti oleh rasio perawat-pasien dan ketersediaan alat medis.
Melalui lensa SEIPS 3.0, hambatan alur pasien (bottle-neck) terutama disebabkan oleh access/exit block pada tempat tidur rawat inap serta tingginya beban kerja perawat. Keterbatasan pada komponen struktur ini meng-hambat proses throughput klinis, sehingga berdampak langsung pada pemanjangan waktu tinggal pasien di IGD.
Penerapan model SEIPS 3.0 membuktikan bahwa perbaikan elemen struktur sistem kerja efektif menekan LOS IGD. RSUD Sumberglagah disarankan mengintegrasikan manajemen kapasitas tempat tidur dan alokasi SDM berbasis beban kerja