Abstract:
Stroke hemoragik dengan penurunan kapasitas adaptif intrakranial berisiko menyebabkan
delirium akibat gangguan perfusi serebral dan peningkatan tekanan intrakranial.
Reorientasi waktu sebagai bagian dari Hospital Elder Life Program (HELP) merupakan
intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mencegah delirium dan meningkatkan
fungsi kognitif pasien. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan
proses keperawatan pada satu pasien stroke hemoragik di HCU Mawar Pink RSUD R.T.
Notopuro Sidoarjo selama 3×24 jam. Intervensi meliputi reorientasi waktu yang
dikombinasikan dengan terapi keperawatan dan kolaboratif sesuai kondisi pasien. Setelah
intervensi, terjadi peningkatan tingkat kesadaran dari GCS E3V3M5 menjadi E4V4M5,
penurunan MAP dari 122,33 mmHg menjadi 115 mmHg, serta perbaikan orientasi waktu
dan tempat. Hasil CAM-ICU menunjukkan penurunan gejala delirium, meskipun masalah
keperawatan belum teratasi sepenuhnya. Reorientasi waktu membantu memperbaiki
orientasi, fungsi kognitif, dan kondisi neurologis pasien sebagai upaya pencegahan
delirium. Penerapan HELP melalui reorientasi waktu berpotensi menjadi intervensi
pendukung yang efektif dalam asuhan keperawatan pasien stroke dengan penurunan
kapasitas adaptif intrakranial apabila dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.