Abstract:
Kelompok lanjut usia yang mengalami demensia mempunyai kerentanan tinggi terhadap kemunduran kemampuan kognitif, terutama pada aspek memori. Gangguan tersebut umumnya terlihat dari sulitnya menyimpan informasi baru, mengenali waktu dan tempat, serta memanggil kembali pengalaman yang pernah dialami. Dampaknya dapat menghambat kegiatan harian dan menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat digunakan ialah Brain Gym Klasik Mozart, yaitu perpaduan latihan senam otak dengan rangsangan musik klasik untuk mendukung fungsi kognitif. Karya ilmiah ini bertujuan mengkaji pelaksanaan asuhan keperawatan pada lansia demensia dengan gangguan memori melalui penerapan Brain Gym Klasik Mozart di UPT PSTW Kabupaten Jombang. Desain yang digunakan berupa studi kasus dengan mengikuti tahapan proses keperawatan, mulai dari pengkajian, penetapan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, hingga evaluasi. Subjeknya adalah seorang perempuan berusia 66 tahun yang mengalami demensia dengan diagnosis keperawatan gangguan memori. Kondisi kognitif dinilai menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) dan Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ). Brain Gym Klasik Mozart diberikan selama tiga hari, masing-masing selama 15–20 menit. Hasil evaluasi memperlihatkan perkembangan memori secara bertahap, antara lain klien semakin mampu mengenali orientasi waktu, menirukan kembali gerakan Brain Gym Klasik Mozart, dan mengingat urutan latihan yang telah dipelajari. Skor MMSE bertambah dari 16 menjadi 18, sedangkan jumlah jawaban salah pada SPMSQ berkurang dari 7 menjadi 5. Temuan tersebut menunjukkan bahwa intervensi ini berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis untuk memperbaiki fungsi memori pada lansia demensia. Oleh sebab itu, Brain Gym Klasik Mozart dapat dipertimbangkan sebagai alternatif tindakan keperawatan gerontik dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan kognitif lansia dengan demensia.