Abstract:
Acute Myocardial Infarction (AMI) merupakan kegawatdaruratan
kardiovaskular yang berkontribusi terhadap sekitar 32% kematian secara global
(17,8–19,8 juta jiwa per tahun). Di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota
Mojokerto, tercatat sebanyak 95 kasus AMI (STEMI dan NSTEMI) pada tahun
2024 dan melonjak hingga 114 kasus pada periode 3 bulan terakhir di tahun 2026.
Kondisi AMI dapat menyebabkan gangguan perfusi jaringan hingga terjadi occult
tissue hypoxia. Namun, saturasi oksigen yang normal belum tentu mencerminkan
kecukupan oksigenasi jaringan sehingga diperlukan pemeriksaan kadar laktat
darah sebagai indikator tambahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis
saturasi oksigen dan kadar laktat darah sebagai prediktor occult tissue hypoxia
pada pasien Acute Myocardial Infarction di Ruang Intensive Care Unit RSUD dr.
Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain
observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian
sebanyak 72 pasien dengan teknik consecutive sampling, sehingga diperoleh
sampel sebanyak 52 responden yang didominasi oleh jenis kelamin laki-laki
(69,2%) dan kelompok usia 50–69 tahun (78,8%). Variabel penelitian meliputi
saturasi oksigen dan kadar laktat darah. Data dikumpulkan menggunakan
pemeriksaan pulse oximetry pada saturasi oksogen, dan pemeriksaan Blood Gas
Analysis (BGA) sebagai kadar laktat darah. Hasil penelitian menunjukkan seluruh
responden memiliki saturasi oksigen normal (100%), sedangkan sebagian besar
kadar laktat berada pada kategori hiperlaktatemia ringan sebanyak 19 responden
(36,5%). Hasil uji analisis diperoleh nilai p-value = 0,000 dengan koefisien
korelasi r = -0,945, sehingga terdapat hubungan yang sangat kuat dan negatif
antara saturasi oksigen dan kadar laktat darah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pemeriksaan kadar laktat darah dapat digunakan sebagai indikator yang lebih
sensitif untuk mendeteksi occult tissue hypoxia secara dini pada pasien AMI di
ruang intensif.