Abstract:
Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang dapat menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif akibat bronkospasme, edema mukosa, dan hipersekresi mukus, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret. Studi kasus ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif melalui intervensi terapi ACBT. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi, dengan subjek satu pasien yaitu Ny. E berusia 34 tahun yang dirawat di Ruang Gunung Jati 2 RSI Sakinah Mojokerto dengan diagnosis medis asma bronkial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis, sedangkan terapi ACBT diberikan selama tiga hari perawatan (17-19 April 2026) yang dikombinasikan dengan manajemen jalan napas sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Hasil pengkajian awal menunjukkan pasien mengalami sesak napas, batuk berdahak yang sulit dikeluarkan, wheezing, frekuensi napas 26 kali/menit, dan saturasi oksigen 97%. Setelah dilakukan implementasi ACBT selama tiga hari, frekuensi napas menurun menjadi 21 kali/menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 98%, wheezing menghilang, dan pasien mampu mengeluarkan sputum serta melakukan ACBT secara mandiri, meskipun masalah bersihan jalan napas tidak efektif baru teratasi sebagian pada evaluasi hari ketiga. Perbaikan yang konsisten pada seluruh parameter objektif tersebut menunjukkan bahwa ACBT efektif membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret pada pasien asma bronkial, sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu, sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan pasien dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat asma bronkial.