Abstract:
Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi tuntutan pekerjaan yang
tinggi, kondisi pasien yang beragam, keterbatasan waktu, serta kebutuhan
pengambilan keputusan secara cepat yang dapat meningkatkan risiko stres kerja.
Strategi koping menjadi salah satu mekanisme yang digunakan perawat dalam
menghadapi tekanan dan tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan strategi koping dengan stres kerja pada perawat IGD di RSI
Sakinah Mojokerto dan Klinik Zamzam Mojokerto. Penelitian ini menggunakan
desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus
sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang ditentukan menggunakan teknik total
sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Ways of Coping
Questionnaire (WCQ) dan Nursing Stress Scale (NSS). Analisis hubungan
menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05 dan kekuatan hubungan
menggunakan Cramer's V. Hasil penelitian menunjukkan problem-focused coping
dan emotion-focused coping masing-masing digunakan oleh 15 responden (50,0%).
Pada RSI Sakinah Mojokerto, problem-focused coping lebih banyak digunakan oleh
9 responden (64,3%), sedangkan pada Klinik Zamzam Mojokerto emotion-focused
coping lebih banyak digunakan oleh 10 responden (62,5%). Stres kerja paling
banyak berada pada kategori sedang, yaitu 15 responden (50,0%). Pada RSI
Sakinah, stres sedang sebanyak 6 responden (42,9%), sedangkan Klinik Zamzam
sebanyak 9 responden (56,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan
signifikan antara strategi koping dan stres kerja (p-value = 0,001), dengan Cramer's
V sebesar 0,708 yang menunjukkan hubungan kuat. Problem-focused coping lebih
banyak berada pada stres ringan dan sedang, sedangkan emotion-focused coping
pada stres sedang dan berat. Komponen problem-focused coping meliputi Planfull
Problem Solving, Confrontative Coping, dan Seeking Social Support.
Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan dan kuat antara strategi koping
dengan stres kerja pada perawat IGD.