Abstract:
Beban kerja perawat yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam melaksanakan tindakan keselamatan pasien, termasuk implementasi pencegahan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja berdasarkan work sampling paruh waktu dengan kepatuhan dalam implementasi pencegahan risiko jatuh pada perawat di Ruang Rawat Inap Rumkitban Sidoarjo. Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap Rumkitban Sidoarjo sebanyak 35 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Beban kerja diukur menggunakan lembar observasi work sampling, sedangkan kepatuhan dalam implementasi pencegahan risiko jatuh diukur menggunakan lembar observasi berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Risiko Jatuh Rumkitban Sidoarjo. Analisis data menggunakan crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 23 orang (65,7%) dan sebagian besar responden patuh dalam implementasi pencegahan risiko jatuh sebanyak 22 orang (62,8%), 34,3% dari responden yang mempunyai beban kerja tinggi tidak patuh dalam implementasi pencegahan risiko jatuh, dan 31,4% responden yang mempunyai beban kerja rendah patuh dalam implementasi pencegahan risiko jatuh. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja perawat, maka kepatuhan dalam implementasi pencegahan risiko jatuh cenderung semakin rendah. Beban kerja tinggi menimbulkan besarnya tuntutan waktu dan aktivitas yang harus diselesaikan perawat, sehingga dapat memengaruhi konsentrasi, ketelitian, dan konsistensi perawat dalam melaksanakan setiap tindakan pencegahan risiko jatuh sesuai prosedur. Manajemen rumah sakit perlu melakukan pengelolaan beban kerja secara optimal melalui pengaturan distribusi tenaga, pembagian tugas yang seimbang, serta monitoring kepatuhan terhadap SOP pencegahan risiko jatuh.