Abstract:
Perilaku kooperatif pada anak toddler saat hospitalisasi seringkali menjadi
momok yang perlu di perhatikan oleh petugas kesehatan. Dengan adanya distraksi
menonton film kartun, perilaku kooperatif anak dapat meningkat menjadi lebih
kooperatif. Metode untuk mengatasi perilaku kooperatif anak adalah dengan
teknik distraksi, salah satunya adalah menonton film Kkartun. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh menonton film kartun terhadap
perilaku kooperatif anak usia toddler saat dilakukan tindakan penggantian infus.
Desain penelitian ini adalah Pra experiment dengan pendekatan one grup pretest
posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua anak toddler yang
dilakukan tindakan penggantian infus di ruang kertawijaya RSU Dr. Wahidin
Sudiro Husodo Mojokerto sejumlah 59 anak. Teknik sampling yang digunakan
dalam penelitian ini adalah consecutive sampling. Besar sampel yang memenuhi
kriteria penelitian adalah 20 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanpa
menonton film kartun hampir seluruh responden tingkat kooperatif dengan
kategori “Kurang” yaitu sebanyak 18 anak (90%). Dan dengan menonton film
kartun sebagian besar responden tingkat kooperatif dengan kategori “Cukup ”
sebanyak 11 anak (55%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan
bahwa pvalue= 0,000 < a = 0,05 sehingga H, diterima dan Hg ditolak yang artinya
ada Pengaruh menonton film kartun terhadap perilaku kooperatif anak toddler saat
dilakukan tindakan penggantian infus diruang Kertawijaya RSU Dr.Wahidin
Sudiro Husodo Mojokerto. Film kartun dapat meningkatkan perilaku kooperatif
anak, karena saat anak menikmati film kartun kesukaannya, maka perhatian
mereka akan terfokuskan kepada film kartun kesukaannya sehingga teralihkan
dari rasa sakit dan takut