Abstract:
Diabetes melitus tipe Il merupakan penyakit metabolik kronis yang
ditandai hiperglikemia berkepanjangan dan dapat menyebabkan neuropati perifer.
Kondisi tersebut mengakibatkan penurunan sensitivitas kaki yang ditandai dengan
kebas, kesemutan, serta meningkatnya risiko ulkus diabetik. Salan satu intervensi
nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi perifer dan
sensitivitas kaki adalah latihan Range of Motion (ROM). Tujuan studi kasus ini
adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe Il
dengan penurunan sensitivitas kaki melalui penerapan Active Lower Range ot
Motion. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan
proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi,
implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. S, usia 64 tahun, dengan
diagnosis medis diabetes melitus yang dirawat di Ruang Tulip 2 Timur RSUD
R.T. Notopuro Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,
observasi, pemeriksaan fisik termasuk Ipswich Touch Test, dan dokumentasi
rekam medis. Intervensi Active Lower ROM diberikan selama tiga hari
perawatan. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh kebas dan kesemutan
pada kedua kaki, akral dingin, kulit kaki kering, kadar glukosa darah sewaktu 286
mg/dL, serta hasil Ipswich Touch Test menunjukkan Loss of Protective Sensation
pada tiga titik kaki kiri. Setelah tiga hari latihan ROM, keluhan kebas dan
kesemutan berkurang, akral teraba hangat, capillary refill time membaik, dan
sensitivitas kaki meningkat. Penerapan Active Lower ROM membantu
meningkatkan perfusi jaringan perifer dan sensitivitas kaki melalui peningkatan
sirkulasi darah dan aktivitas otot. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai
bagian dari asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe Il dengan
penurunan sensitivitas kaki.