Abstract:
Komunikasi terapeutik perawat berperan penting dalam membentuk kepuasan
pasien, termasuk di Puskesmas Prambon Kabupaten Sidoarjo. Nilai Survei
Kepuasan Masyarakat (SKM) periode Januari sampai Juni 2026 tergolong
Sangat Baik (97,55), namun Rekap Pengaduan Triwulan I Tahun 2026 masih
mencatat keluhan terkait sikap petugas, waktu pelayanan, dan kejelasan
informasi, sehingga tingkat kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik
perawat perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat
kepuasan pasien tentang komunikasi terapeutik perawat di Puskesmas Prambon.
Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional
digunakan pada 171 responden yang diambil melalui consecutive sampling,
menggunakan kuesioner adaptasi dari Gunawan, Girsang, dan Nasution (2025)
yang mencakup tahap pra-interaksi, orientasi, kerja, dan terminasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan mayoritas pasien berada pada
kategori cukup puas (55,6%), dengan proporsi ketidakpuasan tertinggi terjadi
pada tahap terminasi (35,7%) dibanding tahap lainnya. Temuan ini
mengindikasikan bahwa komunikasi terapeutik perawat di Puskesmas Prambon
sudah berjalan namun belum sepenuhnya optimal, terutama pada tahap
penutupan interaksi dengan pasien, sehingga diperlukan pelatihan komunikasi
terapeutik secara berkala serta penataan sumber daya manusia keperawatan yang
lebih baik.